Raffi Ahmad Ternyata Sedang Pendekatan dengan Wanda Hamidah

Masih menjadi teka-teki keberadaan Wanda Hamidah di rumah Raffi Ahmad saat penggerebekan oleh Badan Narkotika Nasional

Raffi Digerebek, Irwansyah Dan Zaskia Sungkar Tak Terlibat Narkoba title

Pasangan selebriti Irwansyah dan Zaskia Sungkar memang mendatangi rumah Raffi Ahmad.

5 Fakta tentang HIV / AIDS yang Perlu DIketahui

Kasus HIV/AIDS di Indonesia makin mengkhawatirkan. Di Indonesia secara kumulatif kasus pengidap HIV dan AIDS mulai Januari 1987

Watak Cewek dari Tanggal Lahirnya

Menurut primbon Jawa, karakter atau watak perempuan bisa diduga dari tanggal lahirnya.

Wouw Cake Lady Gaga Ini Persis Aslinya

Kepiawaian Lady Gaga dalam bernyanyi memang tak diragukan lagi. Penyanyi yang banyak digandrungi oleh kawula muda ini memiliki segudang prestasi.

Showing posts with label penjara. Show all posts
Showing posts with label penjara. Show all posts

Tuesday, December 4, 2012

10 Penjara Paling Kejam Di Dunia

10 Penjara Paling Kejam Di Dunia

10 Penjara Paling Kejam Di Dunia - Inilah penjara-penjara yang paling kejam di dunia. Disebut ‘paling kejam’ bukan hanya karena kebrutalan, tapi bisa juga karena kondisi penjara yg memang sudah tak layak. Salah satu yang paling kejam adalah Carandiru Prison di Brasil. 
 
Di sanalah sempat terjadi pembataian masal oleh polisi Brasil yg menewaskan ratusan narapidana. Atau anda tentu pernah dengar tentang Alcatraz Island. Saking terkenalnya penjara itu sampai pernah dibuat film.Yang Menarik Di antara
10 Penjara Paling Kejam Di Dunia ini terselip satu penjara dari Asia Tenggara, yakni, Bang Kwang Prison Atau dikenal ‘Bangkok Hilton’ Yang merupakan salah satu penjara paling kejam di Asia Tenggara. Bukan hanya penuh sesak dan tak layak, tapi jg krn kebrutalan di sana.
 
mari kita simak ke 10 Penjara Paling Kejam Di Dunia dan penjara mana saja yang masuk kategori paling kejam di antara ke 10 Penjara Paling Kejam Di Dunia
1. Carandiru Prison: (Brasil)
 
Penjara ini sempat menghebohkan Brasil juga dunia ketika peca kerusuhan besar di penjara tersebut tahun 1992. Tragedi pembantaian masal yang melibatkan polisi setempat. Ratusan korban berjatuhan, 103 (ada yg menyebut 111 napi) di antaranya tewas terbunuh. Tragedi Caradiru bermula dari meletusnya perang ‘antar gank’ di penjara tersebut, yang melebar hingga melibatkan banyak narapidana. Polisi kemudian mendatangkan bala bantuan. Sebenarnya saat itu banyak napi telah menyerah dengan melemparkan senjata mereka . mereka meminta perlindungan polisi. Namun dijawab polisi dengan menembaki mereka. Perlakuan brutal dari pihak kepolisian memicu protes di mana-mana, tak terkecuali Amnesty Internasional yang mengkampanyekan penjara tersebut ditutup tahun 2002. Amnesty Internasional melaporkan telah terjadi pelanggaran hak-hak azasi manusia di sana yang tak bisas ditelerir lagi. Bukan itu saja fasilitas penjara juga sedemikian buruk sehingga menyebarkan penyakit mematikan. Pada masa itu Kepala Kepolisian Metropolitan Sao Paulo adalah Ubiratan Guimaraes, dia dianggap orang yang paling bertanggungjawab meletusnya tragedy ini. Kasus yang menimbulkan kemarahan dunia ini membawa Guimaraes ke kursi pesakitan. Ia sempat diadili dengan tuduhan pembunuhan terhadap 102 orang. Namun Pengadilan kemudian membebaskan Guimaraes karena yg bersangkutan mengatakan polisi melakukan itu karena ditembaki. Pemerintah Brasil menganggap bahwa tragedy itu terjadi bukan tanggung jawab pihak kepolisian. 

2. Bang Kwang Prison (Thailand)
 
Dikenal sebagai “Bangkok Hilton”. Penjara ini boleh dibilang sudah tidak layak lagi, selain penuh sesak, juga kekurangan tenaga sipir. Para napinya dirantai. Kabarnya banyak napi jadi gila akibat stress melewati bulan bulan pertama di tahanan itu. Direktur penjara Khun NatteeThailand. Di sini fasilitas sangat minim, termasuk perawatan kesehatan terhadap napi yg sangat standar. Napi yg sakit hy bisa meringkuk dengan kaki dirantai di kamarnya, sambil menunggu datangnya obat (kalau dapat). mengakui, kalau penjaranya adalah paling keras diseluruh 

3. ADX Florence Supermax Prison: (Colorado)
Penjara ini dibangun sebagai respon atas serangan terhadap para sipir dan staf yang terjadi di penjara lain di Amerika. Di penjara ini menerapkan maximum security untuk mencegah terjadinya serangan para napi terhadap sipir ataupun staf penjara. Karenanya para napi diisolasi dari staf penjara. Para napi mengalami penyiksaaan psikologis karena selama 23 jam hanya dihabiskan diselnya. mereka tak bisa kemana mana. Menjadi narapida di ADX adalah suatu mimpi buruk tak tak terlupakan bagi mereka. Di sasna mereka menerima kondisi paling jelek dari yg terjelek. Karenanya mereka yg masuk ke sini adalah para penjahat kelas kakap termasuk yg telah berkali-kali masuk penjara. Di sinilah ‘neraka’ penjara yg bisa mengakibatkan derita seumur hidup. Selama 13 tahun beroperasi, dua orang tawanan dikabarkan mati terbunuh di ADX Florence. Salah satunya Lawrence Klaker. Ada yg menyebut dia mati ditembak, tp ada juga yg bilang bunuh diri. 

4. Alcatraz Island Prison: (San Francisco, CA)
 
Penjara ini, yang dikenal sebagai “The Rock”, atau “Devil’s Island” . Dibangun 1920-an. Segala ketidak nyamanan ada di sini. Alcatraz dirancang sedemikian rupa sehingga amaty kecil kemungkinan napi bisa lolos dari sini. Alcatraz benar benar menciptakan dunia sendiri. Para napi benar-benar terputus kontak dengan kehidupan di luar sana. Pejabat penjara yg arogan, sipir yg kasar, kebijakan yg tdk manusiawi mewarnai hari-hari para napi di sana. Tak usah heran kalo byk yg terkena gangguan jiwa akibat tekanan psikologis yg luar biasa. Bayangkan saja, di sana ada larangan untuk tdk bercakap cakap dgn napi lain, kalo tdk menurut, hukuman menunggu. Napi dilarang mengeluarkan emosinya. Mereka dipaksa diam! Hak hak sbg manusia, di Alcatraz, telah dicabut. Sungguh penjara ‘neraka’. Penjara ini ditutup pada 1963, tetapi warisan kegelapan terus ‘hidup’ dan menjadi legenda. (Pengen tau seperti apa, nonton aja escape from alcatraz) 

5.San Quentin Prison: (San Quentin, California)
 
  Tahun 1930′a an, pengelolaan penjara ini sarat dengan korupsi, sampai akhirnya muncul direktur baru Clinton Truman Duffy yg melihat kondisi tak manusiawi dari penjara ini, memutuskan melakukan perbaian di tahun 1940 an. Tapi sebelum masuknya direktur baru, penjara ini dikenal sangat tidak manusiawi memperlakukan para napi. Kepala mereka dibotaki dan dipaksa memakai seragam yg diberi nomor, mereka makan dengan wadah ember2. Menghuni sel sempit tanpa diberi lampu. Di sini nyawa tidak ada harganya. Kerusuhan antar ras kerap terjadi.Rasio antara penjaga penjara dan napi tidak sebanding, itu sebabnya banyak hal terjadi diluar kontrol. 

6. Diyarbakr Prison: (Turki)
 
Penjara ini disebut sebagai penjara terkejam di turki di mana segala kebrutalan dan kesadisan begitu lumrah terjadi. Dari 1981 sampai 1984, 34 orang tawanan tewas karena penyiksaan berlebihan, baik jiwa maupun fisiknya. Belum lagi kasus penyimpangan seksual yg merajalela. Para napi sebenarnya telah melakukan protes terhadp pengelolaan penjara. Mereka melakukan mogok makan, bahkan membakar diri sendiri sebagai bentuk protes. Namunn tdk berhasil. Fasilitas penjara ini ’sangat mengerikan’ jauh dari standar. Di sini pernah terjadi peristiwa menggerkan di mana anak-anak dijebloskan di sini dan mendapat hukuman penjara seumur hidup. Kejahatan terhadap kemanusian sepertinya menjadi peristiwa biasa saja. Tak heran penjara ini masuk dalam saslah sastu penjara yg paling menyeramkan di dunia. 

7. La Sabaneta Prison: (Venezuela)
 
Venezuela juga memiliki penjara tak kalah brutalnya, yakni La Sabanetaa, di mana kekerasan menjadi ’santapan’ hari-hari. Fasilitas yg sangat minim, membuat wabah penyakit begitu mudah menyebar. Maklum, pelayanan dokter sangatlah minim, bahkan nyaris tak ada. Makanan kurang dengan menu yg jauh dari sederhana. Kondisi napi di Penjara La Sabaneta adalah yang jelek dari yang terjelek. Tak heran kalo wabah kolera sempat mampir kemari dan memakan korban 700 napi. Di sini pun pernah terjadi pembataian masal yg mengambil korban 100 an napi tahun 1994. Kematian merajalela di La Sabaneta. Salah sedikit, nyawa bisa melayang. Para staf penjara yg malas mengurusi napi, sehingga para napi bisa leluasa berbuat semaunya. mereka berkelahi bahkan membunuh sesama napi. Para penjaga ‘menutup mata’ atas kejadian2 ini. 

8. La Sante Prison: (Paris, Perancis)
 
Seperti penjara ‘maut’ lainnya, di sini pun nyawa manusia tak berharga. perlakuan brutal merajalela. Kesewenangan pengelola penjara membuat kehidupan napi benar benar tidak berharga. Banyak napi akhirnya menjadi gila. Sel-sel penjara yg penuh kutu dan tikus, semakin membuat napi stress. Sungguh ironis dengan arti kata ‘ La Sante’ yg berarti health (kesehatan) dalam bahasa Inggris. Karena pada kenyataannya hidup di sana sungguh tdk sehat. Perbudakan antar sipir ke napi, napi ke sesama napi, sudah menjadi biasa. Kasus perkosaan antar sesama napi sangat tinggi dan terjadi setiap hari. Tak heran kalo banyak napi tak tahan akhirnya bunuh diri, atau menjadi gila. Sepanjang tahun 2002 dikabarkan terjadi 122 kasus bunuh diri napi. Disusul 73 napi pada pertengahan 2003.Kecenderungan bunuh diri ini kemungkinan karena kondisi hidup yang mengerikan di sana. Penjara yg terlalu padat, fasilitas minim, serta aneka kekerasan yg terjadi di sana, diduga sebagai pemicu tindakan bunuh diri. 

9. Rikers Island Prison: (Rikers Island, New York)
 
Penyiksaan brutal membuat penjara ini begitu dikenal di amerika. Pada 2007, tawanan Charles Afflic mengalami penyiksaan yg berlebihan dari penjaga penjara sehingga harus menjalani pembedahan otak. Sebanyak 6 napi bunuh diri di selnya krn tak tahan dgn suasana penjara yg menekan, pada 2003. 

10. Tadmor Prison: (Suriah)
 
Kematian di penjara ini seperti tak terhitung banyaknya. Kekerasan di Tadmor begitu mengerikan dan benar-benar tak kenal ampun. Seorang mantan napi Tadmor menggambarkan penjara ini sebagai kerajaan maut dan kegilaan mengerikan Tadmor memiliki penjaga haus darah, narapidana penjagal,dan tawanan politik. Pada 1980, sesudah percobaan pembunuhan pada Presiden (di Damaskus), narapidana terpaksa membayar mahal. Para perajurit penyerang penjara, mereka menggunakan halicopter dan mendarat di Tadmor. Para prajurit ini membatai 500 orang tawanan di sel mereka. Para napi ini mati mengenaskan, tidak dapat menyelamatkan diri karena para sipir merantai kaki mereka di sel. Bagaimana dengan penjara-penjara di Indonesia? apakah mengerikan atau tidak? hehe.. bagi para pengusaha kakap, penjara di Indonesia adalah tempat untuk pindah tidur..
 
Itulah daftar 10 Penjara Paling Kejam Di Dunia semoga menambah wawasan anda tentang 10 Penjara Paling Kejam Di Dunia
sumber :http://jelajahunik.blogspot.com/2010/07/10-penjara-paling-kejam-di-dunia.html

Wednesday, August 24, 2011

Inilah Para Napi Yang Berhasil Melarikan Diri Dengan Cara Spektakuler

Berbagai usaha untuk kabur dari penjara seringkali membuat kita terpukau, membayangkan bagaimana banyaknya adegan berbahaya yang mereka lakukan. Mungkin sifat pemberontak yang dimiliki setiap orang menjadikan kita penasaran dan melihat ini sebagai sesuatu yang luar biasa.
Kabur dari penjara tidak selalu dengan cara menggali sebuah jalan bawah tanah maupun menggunting kawat baja yang ada di tembok penjara tersebut. Penjara di Rusia tidak memiliki dinding, tapi memiliki daerah tundra yang sangat dingin, sedangkan penjara yang ada dimasa Perang Saudara Amerika Serikat mengandalkan berapa jauh jarak mereka dan juga musuh. Namun, apapun halangannya usaha untuk melarikan diri dari penjara tidak pernah berhenti.
Alcatraz, Amerika Serikat
Alcatraz, Amerika Serikat
Walaupun telah ditutup selama 47 tahun, Alcatraz di San Francisco Bay merupakan salah satu penjara yang paling menyeramkan di dunia. Selama 29 tahun operasionalnya, setidaknya ada 34 usaha hebat dari para tahanan untuk melarikan diri.
Dari berbagai usaha pelarian para tahanan, ada satu diantaranya yang hampir berhasil. Di bulan Juni tahun 1962, , Frank Morris, John dan Clarence Anglin hampir berhasil melarikan diri dari penjara tersebut setelah berusaha selama 2 tahun. Ketika para tahanan tidur, ketiga tahanan ini mempersiapkan replika kepala mnereka dan diletakan di kasur dan mereka berjalan melalui lorong di belakang sel mereka yang telah mereka buat menggunakan berbagai macam alat. Mereka menuju atap dan memotong kawat besi diatas dinding penjara, lalu turun dengan pipa hingga akhirnya menaiki rakit yang telah mereka buat untuk menyebrangi air.
Alhasil mereka berhasil menjadi buronan paling dicari, tapi mereka tidak pernah ditemukan hidup maupun mati.
Maze prison, Irlandia Utara
Maze prison, Irlandia Utara
Walaupun bukan sebuah pelarian yang keren, tapi jumlah orang yang terlibat dan tindakan brutal yang dilakukan membuat usaha pelarian ini menarik.
Pada pukul 2.30 pagi, para tahanan penjara ini menggunakan senjata yang telah mereka selundupkan untuk menawan para penjaga penjara. Aksi ini cukup brutal, dan mengakibatkan seorang penjaga mendapatkan serangan jantung , 2 orang tertembak, dan 20 penjaga terluka. Para tahanan kemudian menggunakan pakaian para penjaga dan mengambil kunci mobil yang digunakan untuk mengantar makanan. Mereka memaksa seorang penduduk untuk mengemudikan kendaraan agar mereka dapat keluar dari penjara. Dalam usaha tersebut ada 38 orang yang kabur, dan keesokan harinya 18 di antaranya berhasil tertangkap lagi dan sisanya tidak pernah ditemukan.
Camp 303, Siberia
Camp 303, Siberia
Jika dibandingkan dengan kamp kerja paksa yang ada di Siberia (seperti yang terlihat pada gambar), penjara di Inggris yang memiliki penjagaan maksimum terlihat seperti kandang ayam. Kamp 303 yang terletak 650km di selatan kutub utara di wilayah Siberia merupakan salah satu kamp kerja paksa terburuk yang ada di Uni Soviet. Di kamp kerja paksa inilah seorang tentara asal Polandia, Slawomir Rawicz, berusaha melarikan diri dengan cara yang paling rumit.
Di tahun 1939, Rawicz dihukum selama 25 tahun menjalani kerja paksa dan mulai menjalani hukumannya di tahun 1940 bersama beberapa tahanan lainnya. Di sana ketika mereka mulai membangun kamp tersebut dari awal, Rawicz dan enam tahanan lainnya melarikan diri dari kamp tersebut di tahun 1941 saat terjadi badai salju.
Para tahanan tersebut melarikan diri ke wilayah selatan dan agar tidak terlacak mereka menggunakan jalan darat hingga mencapai wilayah Mongolia. Mereka mungkin aman dari kejaran aparat keamanan Rusia, tapi alam juga ikut menyeleksi para tahanan tersebut. Selama 11 bulan, mereka menyusuri gurun Gobi dan juga Pegunungan Himalaya, akibatnya 3 dari 7 orang buronan tersebut meninggal, hanya 4 diantaranya yang selamat dan mencapai wilayah India yang dijajah oleh Inggris.
Setelah perang selesai, Rawicz menetap di Inggris, dan menulis sebuah skenario film tentang usahanya melarikan diri dari kamp kerja paksa tersebut yang berjudul ‘The Long Walk’ yang kemudian difilmkan oleh sutradara Peter Weir.
Penjara Libby, Amerika Serikat
Penjara Libby, Amerika Serikat
Usaha untuk melarikan diri yang terjadi di penjara Libby di bulan Februari 1864, merupakan usaha melarikan diri terbesar yang pernah ada dalam sejarah Amerika. 109 tentara Union berusaha melarikan diri melalui terowongan yang mereka buat dalam waktu 17 hari.
Rencana ini melibatkan 15 tahanan yang dibagi menjadi 3 shift untuk menggali terowongan tersebut. Para tahanan ini berniat untuk menggali terowongan hingga melewati batas penjara.
Setelah dirasa cukup, mereka mencoba untuk melarikan diri untuk pertama kalinya. Namun sangat disayangkan, terowongan tersebut tidak mencapai batas penjara. Mereka akhirnya menggali lagi, dan akhirnya 109 orang berusaha mengadu nasib mereka untuk melarikan diri. Namun dari 109 orang yang melarikan diri, hanya 59 orang tentara Union yang berhasil mencapai wilayah kekuasaan Union.
Stalag Luft III, Polandia

Setelah diabadikan oleh Steve McQueen dalam sebuah film berjudul ‘The Great Escape’ , usaha untuk melarikan diri dari kamp tahanan angkatan udara Stalag Luft III di bulan Maret 1944 merupakan usaha melarikan diri yang paling terkenal. Cerita mengenai usaha pelarian diri ini adalah skrip yang siap difilimkan oleh Hollywood bekerja sama dengan Amerika, Inggris, dan juga beberapa negara lainnya untuk menggali tiga terowongan untuk keluar dari penjara yang terkenal ketat tersebut.
Lebih dari 600 orang terlibat dalam penggalian terowongan tersebut, menyingkirkan sisa galian, memisahkan kayu dan alat-alat lainnya, membuat berbagai jebakan dan juga berbagai alat untuk melarikan diri. Pelarian ini merupakan salah satu yang paling rumit dalam sejarah, dimana lebih dari 200 ton pasir dipindahkan dalam kurun waktu 12 bulan dan tim tersebut harus bolak balik lebih dari 25.000 kali untuk mengangkut berbagai material tersebut.
Dalam usaha pelarian yang ada terdapat 76 orang yang berhasil melarikan diri, namun hanya 3 yang berhasil bebas, lainnya tertangkap oleh pasukan Jerman dan 50 di antaranya dijatuhi hukuman mati.
Penjara Leads, Italia

Giacomo Casanova yang ditahan di Penjara Leads di Italia selama 5 tahun akibat berbuat cabul tidak berniat untuk menyelesaikan masa hukumannya tersebut, ia pun berusaha mencari cara untuk kabur dari penjara tersebut.
Setelah menemukan sebatang logam, ia mulai menggali sebuah jalan untuk menghubungkan sel tahanannya dengan sel tahanan yang berada disebelahnya, dimana seorang pendeta yang memberontak dipenjarakan di sana.
Dengan logam yang sama, pendeta tersebut membuat jalur keluar melalui atap sel tahanannya sehingga memungkinkan kedua tahanan tersebut keluar dari gedung penjara. Mereka pun berhasil keluar dari sel dan juga bangunan penjara hingga menuju jalanan. Mereka akhirnya menceburkan diri ke gondola dan menghilang setelahnya.
John Connally Unit, Amerika Serikat

Di bulan Desember 2000, rakyat Amerika mendapat berita yang menyeramkan setelah seorang tahanan yang brutal berhasil lolos dari penjagaan ketat di penjara John Connally di dekat wilayah Kenedy, Texas.
Memanfaatkan saat pergantian penjaga, 7 tahanan yang telah berkomplot menyerang 15 penjaga, seorang pemelihara bangunan, dan juga rekan tahanan yang tidak terlibat. Mereka melepaskan pakaian penjaga, kartu identitas dan juga kartu kredit, dan meniru suara penjaga di radio untuk menghindari kecurigaan. Mereka menggunakan truk milik penjara tersebut untuk mencapai gerbang penjara terdekat.
Para tahanan yang melarikan diri tersebut antara lain Michael Anthony Rodriguez , George Rivas, Donald Keith Newbury, Patrick Henry Murphy Jr, Larry James Harper, Randy Ethan Halprin dan Joseph C Garcia . Mereka terkenal dengan julukan The Texas Seven.
Setelah berhasil kabur, mereka melakukan berbagai tindakan kriminal di wilayah sekitar, dan mendapatkan tempat dalam acara TV ‘America’s Most Wanted’ dan berasil tertangkap satu bulan setelah aksi pelarian diri tersebut. 5 orang yang ada dalam kelompok tersebut sedang menunggu hukuman mati mereka, Rodriguez telah dihukum mati, dan satu orang lainnya bunuh diri saat tertangkap.
Hoi Het, Laos

Tahanan yang satu ini tidak seperti lainnyal. Dieter Dengler, adalah seorang pilot Angkatan Laut keturunan Jerman-Amerika, berhasil mendapatkan kehormatan setelah berhasil kabur dari penjara pada saat Perang Vietnam.
Ketika pesawatnya tertembak di Laos tahun 1966, Dengler ditahan di penjara Hoi het PoW. Walaupun usahanya untuk melarikan diri yang pertama kali gagal, ia segera merencanakan pelariannya yang kedua.
Bersama dengan 2 angkatan udara AS lainnya, ia menjegal penjaga dan menembak 3 orang penjaga dengan senjata miliknya dan segera menaiki pohon. Ia akhirnya berhasil kabur dan ditemukan oleh pesawat milik AS setelah terjebak di hutan selama 23 hari dalam keadaan kurus, kurang gizi, dipenuhi parasit, dan menjadi satu-satunya yang bertahan.
The Tower of London, Inggris

Sebenarnya ada banyak usaha pelarian dari penjara paling terkenal di London ini, namun tidak ada yang paling menegangkan daripada usaha melarikan diri yang dilakukan John Gerard, seorang pastor, yang berjalan menggunakan tali untuk melarikan diri di tahun 1597
Setelah divonis hukuman mati pada masa pemerintahan Ratu Elizabeth I, Gerard telah memikirkan cara untuk melarikan diri sejak pertama kali ia tiba di penjara tersebut. Ia memberitahukan rencananya untuk melarikan diri dengan temannya di luar penjara dengan sebuah notes dan juga tinta yang tak terlihat, ia juga berencana mengunjungi rekannya yang ditahan di Salt Tower yang dipisahkan sebuah sungai.
Bersama-sama mereka menyusup ke atap dari menara tersebut dan melempar tali melewati saluran ke sebuah kapal yang telah menunggu mereka di sungai Thames. Mereka berhasil kabur, dan Gerard berhasil melarikan diri ke Roma dan tinggal disana.
Le Santé, Perancis

Usaha untuk melarikan diri terhebat yang pernah ada tentunya yang dilakukan oleh perampok bank dan juga penculik, Jacques Mesrine. Mesrine masih dianggap seorang Robin Hood dari Perancis, dimana ia merampok dari mereka yang kaya dan memberikannya kepada yang membutuhkan.
Selama lebih 10 tahun, Mesrine merencanakan dan melaksanakan berbagai usaha melarikan diri dari penjara yang ada di Kanada dan Perancis. Salah satu rencana pelarian yang ia lakukan adalah melewati penjagaan ketat penjaga La Santé di Paris pada tahun 1979.
Walaupun sudah ada peringatan sebelumnya bahwa Mesrine akan melarikan diri, ia mencoba melarikan diri dengan rekan satu sel-nya dengan menyelundupkan senjata dan menawan penjaga penjara dan memasukan penjaga tersebut ke dalam sel-nya. Lalu ia juga memaksa sekelompok orang untuk meletakan tangga di tembok luar penjara sementara Mesrine menggunakan kaitan dan juga tali untuk mencapai tembok terluar tersebut. Pelarian ini hanya memakan waktu selama 25 menit. Namun kebebasan Mesrine tidak bertahan lama, ia ditembak mati oleh polisi 6 bulan setelah melarikan diri.