Raffi Ahmad Ternyata Sedang Pendekatan dengan Wanda Hamidah

Masih menjadi teka-teki keberadaan Wanda Hamidah di rumah Raffi Ahmad saat penggerebekan oleh Badan Narkotika Nasional

Raffi Digerebek, Irwansyah Dan Zaskia Sungkar Tak Terlibat Narkoba title

Pasangan selebriti Irwansyah dan Zaskia Sungkar memang mendatangi rumah Raffi Ahmad.

5 Fakta tentang HIV / AIDS yang Perlu DIketahui

Kasus HIV/AIDS di Indonesia makin mengkhawatirkan. Di Indonesia secara kumulatif kasus pengidap HIV dan AIDS mulai Januari 1987

Watak Cewek dari Tanggal Lahirnya

Menurut primbon Jawa, karakter atau watak perempuan bisa diduga dari tanggal lahirnya.

Wouw Cake Lady Gaga Ini Persis Aslinya

Kepiawaian Lady Gaga dalam bernyanyi memang tak diragukan lagi. Penyanyi yang banyak digandrungi oleh kawula muda ini memiliki segudang prestasi.

Showing posts with label dunia hiburan gogo. Show all posts
Showing posts with label dunia hiburan gogo. Show all posts

Sunday, January 20, 2013

6 Tahap Mencairkan Hubungan Dengan Orangtua - Pacar

6 Tahap mencairkan Hubungan Dengan Orangtua - Pacar




KOMPAS.com - Tidak semua hubungan cinta berjalan mulus. Adakalanya penolakan justru datang dari orang yang diharapkan memberikan restunya, yaitu orangtua. Berikut enam cara agar pasangan bisa diterima dengan baik oleh keluarga.


1. Bersikap tenang.

Hal yang keliru ketika orangtua menyatakan penolakan akan pasangan adalah reaksi marah, ngambek, atau bersikap melawan. Hati-hati, sebab orangtua bisa berpikir Anda telah dipengaruhi hal negatif dari pasangan. Bereaksilah tenang, dengan demikian orangtua merasa Anda berada di posisi netral dan tidak berat sebelah.



2. Membuka diri.

Dengan Anda membuka diri, orangtua merasa senang karena didengarkan. Sekaligus Anda bisa mencari tahu, apa penyebab utama dari keberatan mereka. Semakin Anda terbuka, biasanya orangtua juga akan semakin terbuka mengungkapkan ketidaksukaan mereka.



3. Pahami keberatan orangtua.

Ada baiknya Anda mencoba memahami keberatan orangtua sebagai suatu yang penting dipertimbangkan. Namun juga tak terburu-buru memutuskan sikap. Jika keberatan orangtua karena tingkah laku pasangan yang tidak pas, Anda bisa meminta pasangan untuk menyesuaikan diri dengan kebiasaan keluarga. Misal, rambut tidak gondrong, tidak diperkenankan memakai sandal jepit, membiasakan cium tangan, dan sebagainya. Namun jika keberatannya berasal dari stereotip, misalnya masalah suku, maka Anda harus membuka mata orangtua secara perlahan.



4. Ulas sikap pasangan dan cari informasi.

Anda wajib menganalisa sikap pasangan. Apakah benar apa yang dikatakan orangtua? Dalam hal ini Anda harus bijak dalam menilai. Cari tahu informasi di sekitar untuk memperbanyak informasi. Intinya jangan membangun tembok tinggi ketika lingkungan memberikan masukan, sebab jika hubungan kandas, Anda juga akan berpaling kepada orang di sekitar Anda.



5. Ulas hubungan.

Tahap ini sepenuhnya berada di tangan Anda. Gunakan perasaan dan akal sehat secara seimbang. Apakah keberatan orangtua beralasan, atau hanya bentuk proteksi yang tidak logis? Apakah Anda cukup yakin akan pilihan Anda, dari sikap, karakter dan aspek lain yang penting bagi Anda ke depan? Jika Anda memutuskan hubungan ini berharga, maka masuklah pada tahapan pembuktian.



6. Pembuktian.

Buktikan pada orangtua bahwa Anda lebih perhatian pada mereka. Dengan demikian mereka akan menilai pasangan membawa pengaruh baik. Misalnya, Anda lebih memilih pergi bersama orangtua, ketika ada acara bersama si dia di jam yang sama. Sampaikan bahwa ini merupakan saran dari pasangan. Dengan perubahan Anda ke arah lebih baik, maka orangtua pun perlahan akan menerima pasangan dengan baik.





sumber | iniunic.blogspot.com

Ilmuwan Berhasil Mengubah Air Seni Menjadi Sel Otak

[Image: 095946_riset460.jpg]

Teknologi telah berkembang sedemikian pesatnya. Ilmuwan sudah bisa menumbuhkan berbagai sel-sel tubuh menggunakan teknik sel induk. Namun kini ada yang lebih mengejutkan. Ilmuwan berhasil menumbuhkan sel otak dari materi pembuangan, yaitu urine atau air seni.

Teknik pengubahan urine menjadi sel-sel otak ini menggunakan sel-sel yang terkandung dalam limbah pembuangan manusia untuk membentuk sel-sel neuron. Menurut ilmuwan, metode ini bisa sangat sukses bila diterapkan kepada anak-anak yang sakit karena tubuhnya jauh lebih mudah menerima sampel urin ketimbang sampel darah.


Sebelum ditemukannya teknik baru ini, sudah ada teknik stem cell atau sel induk yang telah lama dipuja-puja para peneliti karena dapat mengubah semua sel dalam tubuh. Karena sel induk diambil dari tubuh pasien sendiri, maka tak ada risiko terjadinya penolakan dari tubuh pasien.


Namun sel-sel induk sulit diperoleh karena pertimbangan masalah etis dan ada kekhawatiran dapat menyebabkan tumor. Akhirnya, para ilmuwan berupaya mengubah sel dari darah dan sel-sel kulit. Tapi ternyata, ilmuwan menemukan bahwa urine lebih mudah diubah menjadi sel tubuh.


Tahun lalu, ilmuwan bernama Duanquing Pei dan rekan-rekannya dari Chinese Academy of Sciences memprogram sel epitel ginjal yang terkandung dalam urin menjadi sel induk. Teknik ini menggunakan retrovirus dan teknik lain yang tingkat keberhasilannya kurang dapat diprediksi.


Kali ini, Pei dan rekan-rekannya mengubah sel menggunakan vektor yang tidak terintegrasi ke dalam genom sel. Ternyata teknik ini berhasil dan bisa mengubah sel dari urine menjadi sel induk hanya dalam waktu 12 hari, separuh waktu dari waktu yang diperlukan oleh sel-sel lainnya.

Seperti dikutip dari Medical Daily, tim peneliti menumbuhkan sel tersebut dan berhasil mengubahnya menjadi sel saraf yang berfungsi dengan baik di laboratorium. Teknik ini lebih cepat, lebih efektif dan nampaknya lebih kecil risiko kesalahannya ketimbang metode lainnya.


Teknik ini sudah diujicobakan pada tikus. Dalam laporan yang dimuat jurnal Nature Methods, para peneliti menemukan bahwa ternyata tikus pada akhirnya tidak menumbuhkan tumor. Para peneliti juga menemukan bahwa sel-sel dari urine tersebut sudah dapat membentuk sel saraf dengan utuh 4 minggu kemudian.




sumber | iniunic.blogspot.com